Rabu, 28 Agustus 2013

Penjelasan Wireless Transparent Bridge Mikrotik

Pada Artikel sebelumnya sudah pernah dibahas tentang Routing Vs Bridging pada Wireless Point-to-Point Mikrotik. Nah, sekarang kita bahas lebih mendalam lagi tentang Bidging pada Wireless Point-to-Point Mikrotik. Untuk dapat membangun jaringan wireless point-to-point pada Mikrotik diperlukan teknik Bridging pada interface-interface yang digunakan.

Bridge adalah sebuah perangkat antar jaringan yang merelai frame-frame data dari satu segmen jaringan ke segmen jaringan lain, sehingga menjadikan segmen-segmen jaringan tersebut muncul sebagai sebuah LAN tunggal yang besar, yang disebut sebagai extended LAN atau bridged LAN.

Bridge memiliki kemampuan untuk memproses keputusan perelaian/perutean sebuah frame berada dalam bridge itu sendiri, sehingga transparan terhadap stasiun-stasiun yang berkomunikasi, sehingga disebut juga Transparent Bridge. Penggunaan transparent bridge pada wireless point-to-point Mikrotik dapat dilakukan dengan beberapa mode wireless yang berbeda pada host (akses poin) dan klien (station).

Ada beberapa mode wireless yang dapat digunakan untuk membangun  Wireless Transparent Bridge Mikrotik. Berikut diantaranya :

1. Mode Bridge – Station + EoIP 

Wireless P2P pada Mikrotik dengan menggunakan mode Bridge pada AP dan mode Station pada klien. Station adalah mode standar untuk klien AP yang tidak mendukung L2 bridging. Penggunaan bridge dengan mode ini tidak akan memberikan hasil yang diharapkan. Di sisi lain mode ini dapat dianggap paling efisien dan karenanya harus digunakan jika tidak menggunakan L2 bridging pada station.

Mode ini dapat digunakan di semua protokol nirkabel, sehingga bisa dipadukan dengan perangkat selain Mikrotik. Walaupun tidak mendukung L2 Bridging, namun mode station masih bisa digunakan untuk membangun jaringan Wireless P2P Mikrotik dengan cara memadukan mode ini dengan fitur EoIP. 

Ethernet over Internet Protocol (EoIP) Tunneling adalah protokol Mikrotik RouterOS yang membuat ethernet tunnel (terowongan ethernet) antara dua router pada koneksi IP. EoIP Tunnel adalah protokol Ethernet sejati yang dikemas pada tingkat IP sehingga menggunakan semacam ini terowongan antara AP dan Station, sehingga dapat mengirimkan frame Ethernet penuh.

Teknik ini menyajikan antarmuka virtual pada setiap perangkat (AP dan station) yang dapat dijembatani bersama-sama untuk membuat transparent bridge pada sambungan nirkabel. Interface Ether dan EoIP di-bridge dan interface wlan pada kedua router diberi Alamat IP lokal satu segmen untuk menghubungkan keduanya melalui protokol EoIP. Konfigurasi mode ini ditunjukkan pada Gambar berikut ini:




2. Mode Bridge – Station WDS Station 

WDS adalah mode Station yang mendukung fitur Wireless Distribution System dan L2 bridging. Wireless Distribution System (WDS) adalah sistem yang memungkinkan interkoneksi nirkabel AP pada jaringan IEEE 802.11. Hal ini memungkinkan jaringan nirkabel yang akan diperluas menggunakan beberapa jalur akses tanpa memerlukan backbone kabel untuk menghubungkan nya, seperti yang diperlukan secara konvensional. Keuntungan utama dari WDS atas solusi lain adalah bahwa WDS mempertahankan alamat MAC dari frame klien di seluruh koneksi antar AP.

Konfigurasi pada mode ini dengan membuat interface WDS pada AP baik WDS statis maupun WDS dinamis. Kemudian pada AP interface WDS di-bridge dengan Ether, sedangkan pada klien interface Wlan di-bridge dengan Ether. Namun penggunaan WDS pada wireless P2P memiliki beberapa kelemahan, yaitu jika koneksi terputus waktu (delay) untuk kembali terkoneksi lebih lama dan hanya bisa digunakan di RouterOS sehingga tidak mendukung penggunaan perangkat selain Mikrotik.


3. Mode Bridge – Bridge 

Pada mode ini kedua Mikrotik digunakan sebagai AP dengan mode Bridge. Wireless Distribution System (WDS) digunakan untuk membuat komunikasi nirkabel antara kedua AP. Sehingga secara umum hampir sama seperti mode Bridge – Station WDS hanya saja dalam mode ini kedua Mikrotik diset sebagai Bridge.

Dengan demikian kedua Mikrotik memancarkan sinyal sebagai AP dengan SSID, band, dan frekuensi yang sama supaya bisa saling terhubung melalui WDS Link. Karena menggunakan WDS, maka mode ini hanya dapat digunakan antar perangkat Mikrotik. Konfigurasi mode ini dilakukan dengan membuat interface WDS dan mengaktifkan fitur WDS pada kedua AP. Kemudian interface WDS dan Ether di-bridge. Konfigurasi mode ini ditunjukkan pada Gambar berikut ini :


4. Mode Bridge – Station Pseudobridge 

Station Pseudobridge yaitu mode station yang mendukung L2 Bridging namun hanya satu mac-addresss saja yang bisa aktif di belakang AP, jadi hanya bisa untuk satu klien saja. Mode ini dapat digunakan pada semua protokol kecuali Nv2 dan sedapat mungkin dihindari penggunaannya.

Mode ini bisa digunakan jika AP tidak mendukung mode yang lebih baik untuk L2 bridging (misalnya ketika non-RouterOS AP yang digunakan) atau jika hanya satu perangkat harus terhubung ke jaringan melalui perangkat stasiun.

Konfigurasi mode ini dilakukan dengan memilih mode Station-pseudobridge pada klien. Kemudian interface Wlan dan Ether di-bridge pada AP dan stasiun. Konfigurasi Wireless Bridge Mikrotik mode Bridge – Station Pseudobridge dapat dilihat pada Gambar berikut :


5. Mode Bridge – Station Bridge 

Mode Station Bridge hanya dapat digunakan pada perangkat dengan sistem operasi RouterOS. Mode ini menyediakan dukungan untuk L2 bridging pada perangkat stasiun. Mode ini adalah hak milik MikroTik dan tidak dapat digunakan untuk menghubungkan perangkat merek lain. Mode ini aman digunakan untuk L2 bridging dan harus digunakan bila ada alasan yang cukup untuk tidak menggunakan mode station-wds.

Hal ini relatif stabil, tetapi menambahkan cpu dan overhead memori untuk paket forwarding, dan tidak seefisien jika tidak menggunakan bridge sama sekali. Konfigurasi mode ini hampir sama seperti mode Bridge – Station Pseudobridge, hanya mode pada klien saja yang dirubah ke Station Bridge, seperti yang terlihat pada Gambar berikut :


Keempat mode tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Tidak semua protokol nirkabel mendukung mode tersebut, sehingga ada mode yang tidak bisa digunakan dengan perangkat selain Mikrotik. Perbandingan mode Wireless Mikrotik ditunjukkan pada Tabel berikut :


Mode Wireless Mikrotik
802.11
ROS 802.11
Nstreme
Nv2
station
station-wds

station-pseudobridge

station-bridge

 

Pada Tabel tersebut ada empat mode dan empat spesifikasi protokol nirkabel dimana masing-masing mode mendukung beberapa spesifikasi protokol dan ada yang tidak mendukung. Spesifikasi standar protokol IEEE 802.11 mendukung mode station dan station-pseudobridge saja. Pada spesifikasi protokol ROS 802.11 yang merupakan protokol hak milik khusus RouterOS Mikrotik mendukung semua mode tersebut.

Pada protokol Nstreme sama seperti ROS 802.11, dimana merupakan protokol hak milik Mikrotik dan mendukung semua mode. Sedangkan pada Nv2 yang merupakan perkembangan dari Nstreme yakni Nstreme version 2 mendukung semua mode kecuali station-pseudobridge.

Demikianlah artikel tentang Penjelasan Wireless Transparent Bridge Mikrotik yang saya ambilkan sedikit dari isi Laporan Tugas Akhir saya. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan baru bagi anda sekalian.

Salam,

Rizky Agung Pratama
Read more

Kamis, 01 Agustus 2013

Tutorial Mikrotik Lengkap Bahasa Indonesia Ada Disini

Bagi anda yang sedang mencari Tutorial Mikrotik Lengkap Bahasa Indonesia, anda berada di tempat yang tepat. Karena di blog Kumpulan Tutorial Mikrotik Indonesia ini terdapat banyak artikel dan info yang dapat anda baca sebagai referensi. 



Blog MikrotikIndo.blogspot.com berisi berbagai macam info tentang Mikrotik yang dikemas dengan bahasa yang mudah dimengerti dan gambar pendukung yang memudahkan anda untuk belajar tentang Mikrotik. 

Silakan anda cari info tentang Mikrotik di Blog ini melalui kolom pencarian di kanan atas. Atau anda juga dapat memilih dan menelusuri sendiri topik yang anda inginkan berikut ini :

Artikel Mikrotik

Tutorial Mikrotik

Download File Mikrotik

Seting Mikrotik


Oke semoga blog Kumpulan Tutorial Mikrotik Lengkap Bahasa Indonesia ini dapat membantu anda dan bermanfaat bagi semuanya :)
Read more

Sabtu, 27 Juli 2013

Cara Menjalankan Winbox Mikrotik di Linux Mint, Ubuntu, dll

Bagaimana cara menjalankan Aplikasi Winbox Mikrotik di Linux? Pertanyaan itu mungkin pernah mencuat di benak anda pengguna open surce terutama Linux. Seperti yang kita tau winbox adalah aplikasi yang berfungsi untuk melakukan konfigurasi pada sistem operasi jaringan RouterOS Mikrotik dimana aplikasi Winbox ini berjalan pada OS Windows. Terus gimana caranya biar winbox bisa berjalan di Linux? Nah, kali ini kita akan membahas pertanyaan tersebut.

Winbox Mikrotik dapat dijalankan pada sistem operasi Linux, seperti Ubuntu, Linux Mint, Debian, dan distro linux lainnya. Cara menjalankan winbox Mikrotik di Ubuntu dan Linux Mint cukup mudah. Caranya sama saja, yaitu dengan menggunakan aplikasi Windows Emulator atau sering disebut wine. Dengan menggunakan wine kita dapat menjalankan aplikasi windows di Linux. 

Instalasi Wine

Silakan install wine dulu pada linux anda masing-masing. Anda dapat melihat cara install wine disini. Berikut ini saya pandu untuk instalasi Wine pada Linux Mint dan Ubuntu. Dalam hal ini saya menggunakan Linux Mint 15 codename "Olivia".
1. Buka Terminal.
2. Tambahkan repository wine melalui perintah berikut :
sudo add-apt-repository ppa:ubuntu-wine/ppa
3. Update repository
sudo apt-get update
4. Download dan Install Wine
sudo apt-get install wine
5. Silakan tunggu hingga proses instalasi selesai. Proses ini agak lama, tergantung koneksi internet anda, karena akan beberapa kali download installer.

Download Winbox

Setelah Wine selesai diinstall, silakan download winbox mikrotik untuk linux terbaru dari Mikrotik dengan menggunakan perintah berikut ini pada terminal :
wget http://www.mikrotik.com/download/winbox.exe
Setelah proses download selesai, buka Winbox Mikrotik dengan perintah :
wine winbox.exe


Mikrotik Winbox loader akan muncul seperti paga gambar di atas. Tinggal isikan IP address, dan login detail nya dan klik connect. Tampilan Winbox pada Linux nya seperti pada gambar berikut ini :


Winbox Mikrotik saya jalankan pada Linux Mint 15 dan dapat bekerja dengan baik dan berjalan lancar. Silakan anda coba menggunakan Winbox Mikrotik pada Linux anda masing-masing.
Read more

Senin, 08 Juli 2013

Routing Vs Bridging pada Wireless Point-to-Point Mikrotik

Routing Vs Bridging pada Wireless Point-to-Point Mikrotik - Wireless Point-to-Point merupakan koneksi komunikasi nirkabel antara dua titik, dimana satu host (access point) terhubung hanya dengan satu client (station). Penerapan Wireless Point-to-point (P2P) pada Mikrotik membutuhkan lisensi RouterOS minimal level 3 dengan mode bridge – station. Wireless P2P Mikrotik dapat dilakukan dengan metode routing maupun bridging. Perbedaan metode routing dan bridging pada wireless point-to-point Mikrotik adalah sebagai berikut:

Metode Routing

Metode routing dilakukan dengan cara memberikan IP address pada interface Wlan dan Ether dengan segmen jaringan yang berbeda, sehingga untuk menghubungkan dua segmen berbeda tersebut dilakukan routing, baik secara dynamic maupun static. Contoh konfigurasi routing dapat dilihat pada Gambar berikut ini :

Kelebihan dari penggunaan metode routing adalah tidak ada broadcast traffic atau flood yang dapat mengurangi performa jaringan wireless. Sedangkan kekurangannya adalah perlu konfigurasi yang lebih rumit dengan penggunaan lebih banyak IP address.

Metode Bridging

Metode bridging yaitu dengan melakukan bridge pada interface Wlan dan Ether sehingga bisa diberikan satu IP address atau tanpa IP address agar menjadi transparan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar berikut ini :

Kelebihan menggunakan metode bridging yaitu alokasi penggunaan IP address lebih sedikit, bahkan bisa tanpa IP address. Sedangkan kekurangannya yaitu akan terjadi broadcast traffic atau flood dari tiap client yang dapat mengakibatkan menurunnya performa jaringan wireless sehingga tidak cocok diterapkan pada jaringan skala besar.

Dari kedua metode tersebut baik Routing maupun Bridging sama-sama memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Jika anda ingin membangun jaringan Wireless Point-to-point yang transparan bisa menggunakan teknik bridging. Sedangkan jika ingin membangun jaringan Wireless Point-to-Point skala besar dengan client dan station yang banyak bisa menggunakan teknik routing. Untuk konfigurasi dan cara seting nya akan dibahas pada artikel selanjutnya di blog Tutorial Mikrotik Indonesia ini.
Read more

Download Panduan Ramadhan Penuh Berkah GRATIS

Marhaban Ya Ramadhan.. Alhamdulillah kita kembali diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Saya selaku admin dari blog MikrotikIndo.blogspot.com mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi anda yang menjalankannya. Semoga kita bisa memanfaatkan momen ini untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta, hingga nantinya bersama-sama kita meraih kemenangan. Amiin :)

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_8X8rGLbcNyOQnpgKINyRa1ajEwCzDX-66KbXbS5tMh4RNmngzieeel70Jcq0PMAqNr-ZD2DGMMG_nU_z-6W0yAnBbcveDWCb89mYtP4abEo9swwsfPovS1yje2O1oDYi8TyMYR0WP1U/s1600/Puasa+Ramadhan.jpg

Kali ini saya akan berbagi ebook Panduan  Ramadhan Penuh Berkah yang bisa anda download secara gratis. Anda bisa menambah ilmu sekaligus menambah amalan-amalan di bulan suci ini. Silakan download panduan nya disini :

credit to : muslim.or.id
Read more

Selasa, 11 Juni 2013

Wireless Point-to-Point Mikrotik

Wireless Point-to-Point Mikrotik - Wireless Point-to-Point adalah koneksi komunikasi wireless antara dua titik, dimana satu host terhubung hanya dengan satu client. Wireless Point-to-Point (P2P) Mikrotik menggunakan dua buah Mikrotik + Antena Directional (Grid, Yagi, Sectoral, dsb). Penerapan Wireless Point-to-point pada Mikrotik membutuhkan lisensi RouterOS minimal level 3 dengan mode bridge – station.

Perangkat Mikrotik yang digunakan yaitu Mikrotik Outdoor yang memiliki ketahanan terhadap berbagai macam kondisi cuaca, misalnya menggunakan RB 433. Mikrotik ini nantinya akan dipasang di tower komunikasi bersama antena directional nya. Untuk pemasangan Mikrotik dan antena nya sendiri harus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.

Line of Sight

Line of Sight (LoS) adalah Jalur lurus antara pengirim (transmitter) dan penerima (receiver) yang bebas dari penghalang. Jadi jalur udara antara AP dan client sebisa mungkin tidak ada yang menghalangi, seperti gedung, pepohonan, bukit, dll. Apabila ada penghalang maka konektivitas Wifi tidak akan maksimal, bahkan tidak akan bisa konek.

Fresnel Zone

Fresnel Zone adalah Area di sekitar garis lurus antar antena (LoS) yang digunakan sebagai media rambat frekuensi. Selain LoS yang bebas penghalang, area Fresnel Zone ini juga sebisa mungkin tidak terlalu banyak penghalang nya.

Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut ini :

Antenna Alignment

Antenna Alignment yaitu arah dari antenna yang digunakan. Antenna client harus mengarah ke antenna AP, begitu juga sebaliknya. Sudut dan arah antenna juga harus diperhatikan, karena jika tidak mengarah dengan baik maka sinyal tidak akan diterima dengan maksimal.

Mikrotik 1 sebagai Access Point (AP)

Pada Mikrotik 1 ini digunakan sebagai AP dengan mode Bridge. Kenapa Bridge? Karena pada Point-to-Point hanya terjadi komunikasi dua arah saja antara AP dan satu Client. Jika Client nya lebih dari satu berarti itu termasuk Point-to-Multipoint. Nah, mode Bridge sendiri hanya memperbolehkan satu client saja yang bisa konek ke AP. 

Mikrotik 2 sebagai Client 

Client terhubung dengan AP via Wireless menggunakan mode Station. Pada mode Station biasa tidak mendukung L2 bridging, jadi tidak bisa digunakan untuk membuat jaringan transparent bridge wireless. Jika anda menggunakan mode Station biasa maka harus menggunakan routing, bukan nya bridge. 

Untuk konfigurasi pada Mikrotik nya, akan dibahas pada artikel selanjutnya. Maaf kalo setengah-setengah, karena admin nya lagi sibuk nyusun tugas akhir :D
Read more

Minggu, 26 Mei 2013

Download eBook Tutorial Mikrotik Lengkap

Download eBook Tutorial Mikrotik Lengkap - Bagi anda yang sedang belajar mikrotik dan butuh banyak referensi tutorial mikrotik bisa Download eBook Tutorial Mikrotik Lengkap langsung dari para expert Mikrotik dari seluruh dunia.


Ebook Mikrotik ini berupa slide presentasi para expert Mikrotik pada Mikrotik User Meeting (MUM). Silakan bagi anda yang ingin Download eBook Tutorial Mikrotik Lengkap klik link dibawah ini :
Read more

Rabu, 22 Mei 2013

Cara Upgrade Mikrotik ke RouterOS v6.0

Cara Upgrade Mikrotik ke RouterOS v6.0 - Mikrotik RouterOS versi 6.0 sudah rilis pada 20 Mei 2013 lalu. Terkait rilisnya RouterOS v6.0 sudah dibahas disini : Mikrotik RouterOS v6.0 Sudah Rilis. Nah, mumpung sudah rilis nih ga ada salah nya kalau kita coba upgrade Mikrotik kita ke RouterOS versi terbaru ini. Kali ini kita akan membahas tentang Cara Upgrade Mikrotik ke RouterOS v6.0 dan apa bedanya dengan RouterOS versi sebelumnya.

Upgrade Mikrotik ke RouterOS v6.0

Semua Mikrotik sudah bisa di-upgrade ke RouterOS versi 6.0 ini. Jadi silakan anda coba saja upgrade Mikrotik anda. Cara upgrade nya sama saja seperti yang pernah dibahas disini : Tutorial Cara Upgrade RouterOS ke Versi Terbaru

Tampilan dan Menu Baru di RouterOS v6.0

Ada hal yang baru di RouterOS v6.0 di antaranya yaitu tampilan icon menu baru yang lebih menarik. Selain itu juga ada penambahan fitur pada sistem autentikasi login hotspot yakni MAC Cookie. Apa itu MAC Cookie? Silakan lihat disini : 
http://wiki.mikrotik.com/wiki/Manual:Hotspot_Introduction#MAC_Cookie

Tampilan baru RouterOS versi 6.0 :

Gimana? Keren kan? Silakan bagi anda yang ingin mencoba upgrade Mikrotik ke RouterOS versi 6.0 ikuti saja cara nya seperti disini :

Kalau masih kurang jelas, silakan lihat video tutorial berikut ini :



Read more